Museum Kereta Api Bondowoso Serta Mengenang Tragedi Gerbong Maut

0 1,130

Museum kereta api Bondowoso dulunya adalah stasiun Bondowoso yang sudah tidak beroperasi dan dialihfungsikan menjadi museum sejarah kereta api.

Sejak dinonaktifkan, kabupaten Bondowoso hanya menggunakan tranportasi angkutan umum yang berpusat di terminal Bondowoso sebelah timur gedung museum.

Secara administratif, stasiun letaknya di kelurahan Kademangan kecamatan Bondowoso tepatnya sebelah timur Polres Bondowoso. Tak jauh dari alun-alun Raden Bagus Asra, hanya 500 meter ke arah timur (5 menit).

Banyak stasiun di Indonesia yang tak terpakai dialih fungsikan menjadi museum, agar masyarakat lebih mengenal sejarah perkeretapian.

Sejarah panjang menghubungkan antar jalur kereta api dari kota besar menuju kota kecil semakin cepat dan tiket murah.

Kereta api awalnya hanya digunakan untuk mengangkut barang, namun dengan berkembangnya zaman berubah menajdi angkutan penumpang yang lebih ekonomis dari segi tiket.

Dengan adanya destinasi baru ditengah kota, diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Sejarah Stasiun Bondowoso

Stasiun ini berada di ketinggian +253 meter diatas permukaan laut termasuk wilayah aset XI Jember yang bekerja sama dengan pemerintah Bondowoso.

Sejarah panjang pembangunan jalur kereta api Kalisat Panarukan dari megaproyek Staatsspoorwegeen (SS) yang mempersatukan pulau Jawa. Salah satunya proyek lintas Probolinggo – Kalisat – Panarukan yang mendapat izin dari pemerintah Hindia Belanda tahun 1875.

Sebelumnya pemerintah Hindia Belanda juga membangangun jalur Bogor – Yogyakarta, Surabaya – Solo, Surabaya – Malang, Surabaya – Probolinggo.

Jalur Jember – Kalisat – Panarukan lewat Bondowoso mulai beroperasi pada tanggal 1 Oktober 1897. Pada tahu tersebut sejarah stasiun kota Bondowoso dimulai.

Gerbong Maut Bondowoso

Stasiun ini menjadi saksi bisu mengenaskan tragedi di tahun 1947. Pada agresi militer Belanda 1, sejumlah seratus orang penduduk Bondowoso di giring dan masukkan ke dalam gerbong kereta.

Tercatat ada 3 gerbong yang mengangkut tawanan Belanda dengan kode gerbang GR 5769, GR 4416, dan GR 10152 (gerbong yang tidk memiliki lubang angin).

Para tawanan yang ditahan di dalam gerbong tidak diberi makan minum sehingga ruang yang sempit susah bernafas membuat para tahanan tak bisa bertahan hidup.

Selama didalam gerbong, tahanan hanya minum air kencingnya sendiri dan berebutan dengan yang lain.

Enam belas jam perjalanan dari Bondowoso menuju stasiun Wonokromo, tak ada stu pun tahanan yang bertahan hidup dengan ruang yang pengap di gerbong GR 10152, empat puluh enam tewas, 30 tak berdaya, 12 sakit parah, dan 12 orang selamat.

Monumen gerbong maut pun dibangun untuk mengenang para pahlawan Bondowoso yang berjuang melawan penjajah. Monumen gerbong berada tepat sebelah selatan alun-alun Bondowoso.

Penutupan Stasiun Bondowoso

Banyak faktor yang memicu PT. KAI menghentikan operasi jalur Kalisat – Bondowoso – Panarukan diantaranya kalah persaingan bisnis transportasi dan peralatan yang sudah tua.

Stasiun ini ditutup pada tahun 2004 bersama jalurnya, sarana, dan prasarana yang memag tak layak pakai lagi.

Museum Kereta Api Bondowoso

Museum kereta api di Bondowoso merupakan museum ke tiga di Indonesia setelah Stasiun Sawahlunto dan Ambarawa.

Jika stasiun lawang sewu di masukkan dalam museum perkeretapian maka museum statsiun Bondowoso masuk stasiun ke empat yang berubah menjadi museum.

Wacana reaktivasi sejak tahun 2009 namun tidak ada titik terang kembalinya kereta api di Bondowoso. Sejak berlakunya UU nomer 23 tahun 2007 PT KAI tak berwenang memiliki jalur, namun berwenang kepemilikan tanah dan bangunan.

Dipilihnya bangunan stasiun ini sebagai bentuk memperingati dan mengenang gerbong maut yang menewaskan pejuan kemerdekaan Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus 2016 memperingati hari kemerdekaan Indonesia sekaligus diresmikannya museum kereta api.

Peralatan kereta api yang ada dijadikan koleksi di museum seperti :

  • Tongkat semboyan
  • Stempel
  • Reglemen
  • Handsign
  • Atribut
  • Mesin ketik
  • Telepon

dan masih banyak koleksi lainnya berupa foto yang dipajang pada dinding serta miniatur kereta api pada zamannya.

Koleksi museum menag terbatas dibandingkan museum kereta lainnya yang memang sebagai penghubung kota besar dengan kepdatan penduduk luar biasa.

Museum buka dipagi hari hingga sore hari, dimalam hari pengunjung dapat menikmati lampu indah bertuliskan “Bondowoso Rail & Train Museum” di halaman depan bangunan.

Kini PT. Kereta Api membenah diri mulai pelayanan tiket yang dapat dipesan melalui online serta fasilitas kereta api nyaman dan ber AC setiap tempat duduk penumpang.

Keamanan penumpang pun lebih baik dari sebelumnya, saat ini setiap gerbong minimal satu orang penjaga yang berjaga.

Dengan memberikan fasilitas pelayanan maksimal, harga tiket tetap paling murah diantara transportasi lainnya.

Yuk, isi hari libur ke wisata-wisata Bondowoso dan nikmati kopi arabika khas ijen raung.

Leave A Reply