- Advertisement -

- Advertisement -

Penyebab Power Steering Berat Pada Kijang Dan Solusi Mengatasinya

- Advertisement -

Penyebab Power Steering Berat Pada Kijang – Power steering merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah mobil. Power steering sendiri berfungsi agar pengemudi bisa lebih ringan saat menggerakkan roda. Saat setir mulai terasa berat, maka ini bisa jadi pertanda ada beberapa komponen yang bermasalah.

Cara mengatasi power steering mobil yang berat saat dibelokkan tidak membutuhkan biaya besar. Kita cari tahu dahulu penyebab power steering terasa berat saat belok kiri dan kanan pada mobil kijang.

Penyakit seperti ini hanya terjadi pada mobil yang telah menggunakan Power steering, tidak semua mobil menggunakan alat bantu ini walaupun mobil terbaru.

Mobil keluaran terbaru saat ini banyak yang menggunakan power steering tenaga listrik sehingga tidak lagi menggukan minyak seperti pada umumnya. Ingin power sterring mobil ringan? baca sampai selesai ciri power steering rusak.

Penyebab Power Steering Berat Pada Kijang

Power steering sendiri hadir dengan dua tipe yaitu Hydraulic Power Steering (HPS) dan Electric Power Steering (EPS). Komponen mobil ini bekerja dengan menggunakan cairan yang dapat menciptakan tekanan pada roda untuk berubah arah. Ada beberapa penyebab power steering berat, antara lain:

- Advertisement -

Rak Steering Rusak

Rak kemudi ini memiliki fungsi untuk meringankan beban kemudi. Di dalamnya terdapat control valve yang mengontrol aliran fluida, steering shaft, dan juga steering rack seal.

Jika terjadi kerusakan pada salah satu komponen seperti control valve yang akan membuat aliran fluida menjadi tidak teratur, sehingga tindakan untuk meringankan kemudi tidak dapat terjadi.

Begitu juga jika steering shaft sudah aus maka akan membuat steering berat dan mengeluarkan bunyi saat berbelok. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah rak kemudi ini, maka Anda perlu membawanya ke bengkel mobil reguler Anda.

Penyebab Power Steering Berat Pada Kijang

Karena untuk mengeceknya, mobil perlu diangkat terlebih dahulu karena komponen ini terletak di bawah mobil. Jika memang benar salah satu komponen pada steering rack mengalami kerusakan, maka Anda perlu segera menggantinya dengan steering rack set yang baru.

Untuk memperbaiki setiap komponen sangat sulit, walaupun tidak bisa bertahan lama. Jadi satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti set steering rack ini.

Tekanan ban rendah

Rendahnya tekanan udara pada ban juga bisa mempengaruhi power steering menjadi berat saat berbelok. Karena ban mobilnya sendiri masih bersistem power steering. Jika ban kurang angin, power steering akan bekerja lebih baik.

Cairan Power Steering Berkurang

Cairan power steering ini berguna untuk memberikan tekanan pada piston di pinion dan rack. Promo Honda Solo Jika oli berkurang maka tekanan pada piston juga akan berkurang. Pada power steering tipe HPS, kebocoran cairan inilah yang sering menjadi penyebab rusaknya power steering.

Hindari Jalan Rusak

Sebisa mungkin hindari jalan rusak atau berlubang. Jika harus, cobalah untuk melewati jalan yang rusak dengan sangat perlahan. Power steering memang sangat cepat rusak akibat ugal-ugalan mengemudi di jalan yang tidak bersahabat.

Akibat guncangan yang kuat serta benturan yang kuat pada poros kemudi dapat merusak komponen ini. Untuk itu, perhatikan jalan dan jangan sampai ugal-ugalan di jalan.

Hindari Banjir

Hal ini jelas, tidak hanya untuk power steering, komponen lain kemungkinan besar akan rusak jika terkena banjir yang cukup tinggi. Namun power steering bisa jadi incaran utama, apalagi mobil listrik yang dipasang tepat di gardan kemudi yang sejajar dengan gardan.

Banjir akan sangat mudah merendam komponen ini. Tentu saja jika basah, komponen kelistrikan ini harus diganti karena tidak bisa diperbaiki.

Pemakaian 100 Ribu Km

- Advertisement -

Pemakaian mobil yang sudah mencapai sekitar 100 ribu km bisa berdampak besar. Ditambah lagi dengan cara penggunaan yang nekat seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Mungkin sebelum menempuh jarak 100 ribu km, power steering harus segera diganti.

Nah, ini yang paling sering terjadi. Saat memarkir kendaraan, biasanya kebanyakan orang akan meninggalkan mobil dengan ban sepeda motor yang berbelok atau tidak lurus. Hal ini menyebabkan komponen seperti power steering dan ball joint memiliki umur yang lebih pendek.

Sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi karena telah mengetahui penyebab power steering berat pada mobil kijang, ini dapat terjadi pada mobil kijang Innova, Kijang Kapsul, Kijang Super, Kijang Grand Extra, dan kijang kotak yang menggunakan alat ini. Segera servis sebelum rusak berat sehingga biaya yang dikeluarkan tidak banyak.

Leave A Reply