Kelemahan Rotor Clurit atau Pacul Pada Kijang Super dan Grand Extra

Kelemahan Rotor Clurit atau Pacul Pada Kijang Super dan Grand Extra – Pengguna mobil kijang khususnya yang masih menggunakan sistem pengapian platina akan merasakan perbedaan pada mobil kijangnya jika menggunakan rotor clurit atau pacul.

Bedanya dengan rotor standar atau bawaan mobil, tampak pada penampang yang berbahan kuningan. Material kuningan pada sabit rotor berguna dalam proses penyalaan.

Rotor membantu proses pengapian yang disalurkan ke busi dan meledakkan ruang bakar. Jika proses pengapian bermasalah atau tidak lancar, maka akan mempengaruhi ruang bakar.

Jika rotor standar pendek pada penampang, maka untuk rotor di sebelah kiri ini lebih panjang. Hal ini untuk menjaga agar proses pengapian meleset yang mempengaruhi setiap busi.

Kelemahan Rotor Clurit atau Pacul

Hasil pengapian salah satunya dari rotor akan disalurkan ke 4 busi yang terletak di 4 silinder atau ruang bakar. Rotor ini dapat digunakan di mobil kijang LGX, LS, LX, SsX, Rangga, Doyok, Buaya, Jantan, Krista, dan LSX dengan pengapian distributor delco platina.

- Advertisement -

Kurangnya satu pengapian normal yang diterima busi, akan mempengaruhi kinerja ruang bakar. Akibatnya, kecepatan mobil tidak mulus.

Kelemahan Rotor Clurit atau Pacul Pada Kijang Super dan Grand Extra

Dengan rotor sabit yang memiliki penampang lebih panjang akan memberikan peluang lebih besar untuk memberikan pengapian yang besar dan merata.

Dengan pengapian yang besar dan merata di ruang bakar, konsumsi bahan bakar akan irit karena bahan bakar terbakar sempurna.

Selain irit bahan bakar karena tidak perlu menginjak pedal gas lebih dalam, tenaga dan langkah menjadi panjang.

Rotor sabit ini juga aman digunakan untuk jarak jauh, mesin tidak ada masalah bahkan akselerasi meningkat meski penumpang penuh.

Efek Samping Pakai Rotor Clurit

Rotor Sabit Memiliki Keunggulan Dibandingkan Rotor Standar

Pemilik Kijang Grand Extra dan super sudah lama ingin mengiritkan mobilnya dan juga bertenaga. Dengan menggunakan rotor pacul, mereka merasakan kelebihannya dibandingkan rotor biasa.

Perbedaan Rotor Biasa dan Rotor Clurit

Perbedaan dengan standar, peningkatan akselerasi dan konsumsi bahan bakar lebih hemat. Jika belum yakin dengan performanya, cobalah meminta bantuan sahabat anda untuk menggunakan rotor tersebut,

Untuk mendapatkannya banyak beredar secara online atau bisa ditanyakan ke klub atau komunitas Kijang Super dan grand extra, karena sudah banyak yang menggunakannya.

Harga Rotor Clurit

Untuk harga rotor sabit berkisar antara Rp. 150 ribu-Rp. 200 ribu. Dengan harga tersebut, Anda akan merasakan perbedaannya, baik dalam konsumsi bahan bakar maupun akselerasinya.

Setelah Pasang Rotor Clurit, Apakah Karburator Perlu Di Setting Ulang?

Ya, karburator perlu di setel ulang antara setelan angin dan BBM agar lebih langsam. Tak hanya itu, jika perlu distributor delco digeser dan celah platina sedikit lebih lebar karena percikan api akan lebih besar.

Efek Negatif Rotor Clurit

Sebagian pemilik mobil kijang yang menggunakan rotor ajaib ini mendapat keluhan, sehingga Anda perlu berpikir ulang ketika hendak membeli atau membuat rotor clurit ini. Apa saja?

- Advertisement -

  1. Timah tutup delco cepat habis / aus
  2. Platina cepat habis
  3. RPM rendah nyendat atau ndut ndutan
  4. BBM boros

Jangan khawatir dengan kelemahan diatas karena semua dapat diatasi, begini solusinya:

Timah tutup delco cepat habis karena gesekan rotor dengan timah lebih cepat sehingga lebih cepat habis dibandingkan dengan rotor biasa. Solusi timah tutp delco cepat habis dengan cara menggantinya dengan penghantar listrik lainnya seperti kuningan dan tembaga.

Namun, dengan mengganti tembaga atau kuningan, kalian tidak perlu lagi menggunakan rotor clurit karena percikan akan lebih besar lagi. Ganti dengan rotor biasa seperti bawaan pabrik.

Dengan memasang rotor pacul ini, percikan api lebih besar sehingga platina cepat aus maka dari itu celah platina sedikit terbuka lebar dengan ukuran minimal 0,50 mm maksimal 0,90 mm. Ukur celah platina menggukan alat fuller agar lebih pas celahnya.

Pengguna rotor pacul alias clurit akan merasakan yang namanya ndut ndutan pada RPM rendah itu karena pasokan BBM tidak memenuhi permintaan api diruang bakar. Solusi RPM rendah ndut-ndutan yakni dengan cara menambah setelan gas langsam dan membuka setelan angin.

Apakah benar menggunakan rotor clurit boros BBM? Ya benar, karena pemilik mobil tanpa sengaja sering menggunakan mobil kesayangan setiap hari karena merasa irit dan bertenaga sehingga jika di total dalam sebulan akan lebih banyak pengeluarannya dalam membeli BBM dibandingkan mobil boros tapi sering di garasi.

Demikian informasi kelemahan rotor clurit pada kijang agar konsumsi BBM irit dan bertenaga walau tak seirit mobil LCGC, informasi ini didapat dari pengalaman pribadi dan pemilik kijang lainnya.

- Advertisement -

Leave A Reply